Rancangan Acak Kelompok (RAK)

 No Komputer : 08

Cover

                                                               LAPORAN PRAKTIKUM RANCANGAN ACAK KELOMPOK



                                  



                                                                          Nama              : Eysyah Aulia Meyranda

                                                                          No Komputer  : 08

                                                                          NPM               : 2205109010028



                                                                     Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian

                                                                                              Universitas Syiah Kuala

                                                                                                           Banda Aceh

                                                                                                                 2024



BAB I. PENDAHULUAN 


1.1 Latar Belakang

 Rancangan Acak Kelompok adalah suatu rancangan acak yang dilakukan dengan mengelompokkan satuan percobaan ke dalam grup-grup yang homogen yang dinamakan kelompok dan kemudian menentukan perlakuan secara acak di dalam masing-masing kelompok. Rancangan Acak Kelompok Lengkap merupakan rancangan acak kelompok dengan semua perlakuan dicobakan pada setiap kelompok yang ada. Apabila kita menghadapi kondisi tempat percobaan yang tidak homogen, maka harus dipakai prinsip pengawasan setempat (local control), artinya tempat percobaan harus dikelompokkan menjadi bagian-bagian yang relative homogen. Pada bagian yang sudah dianggap homogen inilah kita sah (valid) untuk mengadakan pengujian.
   Jika  pada  RAL  satuan  percobaan  yang  digunakan  harus  homogen  maka  pada RAK  tidak perlu homogen, dan untuk ketidak homogenan tersebut akan dikelompokkan menjadi satuan-satuan yang mendekati homogen, dengan demikian dapat dikatakan bahwa tujuan dari pengelompokkan adalah untuk  menjadikan keragaman dalam kelompok menjadi sekecil mungkin dan keragaman antar kelompok sebesar mungkin. 
      
  1.2 Tujuan Praktikum         
 untuk membuat keragaman satuan-satuan percobaan di dalam masing-masing kelompok sekecil mungkin sedangkan perbedaan antar kelompok sebesar mungkin. Tingkat ketepatan biasanya menurun dengan bertambahnya satuan percobaan (ukuran satuan percobaan) per kelompok, sehingga sebisa mungkin buatlah ukuran kelompok sekecil mungkin. Pengelompokan yang tepat akan memberikan hasil dengan tingkat ketepatan yang lebih tinggi dibandingkan rancangan acak lengkap yang sebanding besarnya.



BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Karateristik RAK 

            Jika pada Rancangan Acak Lengkap (RAL) satuan percobaan yang digunakan harus homogen maka pada RAK itu tidak perlu homogen dan ketidakhomogenan tersebut akan dikelompok-kelompokkan lagi menjadi satuan-satuan yang mendekati homogenitas. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tujuan pengelompokan adalah untuk menjadikan keragaman dalam kelompok menjadi sekecil mungkin dan keragaman antar kelompok sebesar mungkin.

Ciri-Ciri Rancangan Acak Kelompok

     Menurut Harlyan (2012), Adapun ciri – ciri Rancangan Acak Kelompok (RAK), adalah sebagai berikut :

·         Digunakan untuk lingkungan heterogen / tidak homogen.

·        Perlakuan diatur dalam masing-masing kelompok (blok).

·        Kelompok sebagai ulangan, dalam tiap kelompok kondisi harus homogen.

·        Pengacakan dilakukan dalam masing-masing kelompok.

·        Banyak digunakan pada penelitian di lapang.

·        Keragaman respons disebabkan pengaruh perlakuan dan kelompok.

·        Pengaruh dari keragaman lain yang kita ketahui, diluar perlakuan yang kita coba, dihilangkan dari galat percobaan dengan cara pengelompokkan satu arah.

 

2.2 Kelebihan dan Kekurangan

2.2.1 Kelebihan RAK

·        Lebih efisien dan akurat dibandingkan RAL.

·        Pengelompokkan yang efektif akan menurunkan jumlah kuadrat galat, sehingga akan meningkatkan tingkat ketepatan atau bisa mengurangi jumlah ulangan.

·        Lebih fleksibel.

·        Banyaknya perlakuan.

·        Banyaknya ulangan/kelompok.

·        Tidak semua kelompokkan memerlukan satuan percobaan yang sama

·  Penarikan kesimpulan lebih luas, karena kita juga bisa melihat perbedaan diantara kelompok.

2.2.2 Kekurangan RAK

·        Memerlukan asumsi tambahan untuk beberapa uji hipotesis.

·   Peningkatan ketepatan pengelompokkan akan menurun dengan semakin meningkatnya jumlah satuan percobaan dalam kelompok.

·   Derajat bebas kelompok akan menurunkan derajat bebas galat, sehingga sensitifitasnya akan menurun terutama apabila jumlah perlakuannya sedikit atau keragaman dalam satuan percobaan kecil (homogen).

·        Memerlukan pemahaman tambahan tentang keragaman satuan percobaan untuk suksesnya pengelompokkan.

·        Jika ada data yang hilang memerlukan perhitungan yang lebih rumit.



2.3 MODEL MATEMATIS RAK


Yij = µ + τi + βj + eij

            Dimana :

            Yij  = respon atau nilai pengamatan dari perlakuan ke-I dan ulangan ke-j

            µ    = nilai tengah umum

            τi   = pengaruh perlakuan ke-i

            βj  = pengaruh blok ke-j

            eij  = pengaruh galat percobaan dari perlakuan ke-i dan ulangan ke-j


2.4 Hipotesis yang Diuji

            H0       : T1 = T2 = T3 =T4 = 0

            H1       : paling sedikit ada sepasang Ti yang tidak sama ,  Atau

            H0       : µ1 = µ 2 = µ 3 = µ 4 = 0

            H1       : paling sedikit ada sepasang µ i yang tidak sama, atau µi≠ µi

                       paling sedikit ada sepasang rata-rata perlakuan yang berbeda.

            H0       : Tidak ada perbedaan rata-rata antar perlakuan.

            F Tabel < F Hitung 5%, maka H1 diterima

            F Tabel > F Hitung 5 %, maka H0 diterima



BAB III. PEMBAHASAN

 Untuk melakukan pengolahan data di SPSS, tahap pertama yang harus dipersiapkan adalah memiliki datanya terlebih dahulu di google sheet agar memudahkan membedakan data mentah dan data yang akan di input pada aplikasi SPSS.

   
Data 



Langkah - langkah peyelesaian RAK (Non Faktorial) dengan SPPS sebagai berikut:

Langkah 1: Jalankan program SPSS 16



 Ketika membuka Program SPSS, ada dua Windows yang muncul yang pertama Untuk Data dan yang kedua yaitu Untuk Output setelah menganalisis.

                                                Gambar 1. Tampilan SPSS Bagian Data


    

                                               Gambar 2.  Tampilan SPSS Bagian Output
                                        

    Ada dua tempat yang harus diisi dalam SPSS, yaitu data view (untuk mengisi data yang akan diolah), dan variable view (untuk tempat variable, atau sumber keragaman dalam tabel sidik ragam).


                                     

Langkah 2 : Mengisi Bagian Kolom “Name” pada Variabel View 

Dalam kolom name yang diisi adalah perlakuan, ulangan dan hasil. 



Langkah 3: Selanjutnya pada kolom “Decimals” disesuaikan berapa banyak decimal yang akan kita gunakan.


Langkah 4 : Setelah bagian Decimals, selanjutnya kolom “Label”

Dalam kolom “label” diisi sesuai yang kita amati pada skripsi, Perlakuan : Dosis Herbisida Pendimetalin, Dan Hasil Tanaman Kedelai (ton/ha).



Langkah 5 : Mengisi Bagian “Values”

a.    Bagian Perlakuan

1.      Pada kolom “Values Perlakuan”klik 2x pada bagian kanan sel hingga muncul sebuah tombol baru yang berisi titik-titik, klik tombol tersebut hingga muncul kotak “Value Labels”.

2.      Isi kotak value dengan angka dan kotal labels dengan kode perlakuan. 0 = 0L/ha, 1 = 1L/ha, 2 = 2L/ha, 3 = 3L/ha, 4 = 4L/ha, 5 = 5L/ha. kemudian klik “add” dan seterusnya sampai semua perlakuan dimasukkan lalu klik OK.



b.    Bagian Blok

1.      Pada kolom “Values Ulangan”klik pada bagian kanan sel hingga muncul sebuah tombol baru yang berisi titik-titik, klik tombol tersebut hingga muncul kotak “Value Labels”.

2.      Isi kotak value dengan angka dan kotal labels dengan kode ulangan.1= Ulangan I Dan seterusnya seperti pada gambar , kemudian klik “add” dan seterusnya sampai semua perlakuan dimasukkan lalu klik OK.



Langkah 6 : Mengisi Bagian “Data View”

1.      Klik “Data View” yang terletak disudut kiri bawah, sehingga muncul penampilan seperti dibawah ini.

2.      Pastikan tombol “Value Label” pada bar sudah diklik.

3.  Kemudian pada kolom perlakuan diklik 2 kali, hingga muncul kotak yang berisi daftar perlakuan yang akan kita masukkan. Lakukan hal yang sama pada ulangan.

4.   Setelah selesai, isilah data yang akan diolah pada kolom hasil, pastikan data berada pada perlakuan dan ulangan yang tepat.



Langkah 7 : Menganalisis Data

Klik Bagian Analyze -> General Linear -> Model Univariate  



Maka, akan muncul kotak Univariate seperti dibawah ini:



Langkah 8 : Mengisi “Dependent Variable” pada kotak Univariate

Klik Bagian Hasil -> Klik Tanda Panah Pada Bagian Dependent Variable, sehingga seperti ini.

Langkah 9 : Mengisi “Dependent Variable” pada kotak Univariate
Klik Bagian Hasil Tanaman Kedelai -> Klik Tanda Panah Pada Bagian Dependent Variable, Dan juga mengisi “Fixed Factor (s)”, Klik bagian Dosis dan Ulangan -> Klik Tanda Panah Pada Bagian Fixed Factor(s), sehingga seperti ini:


Langkah 10Klik Model  Build term  Lalu pilih Main Effect  import " Kelompok" dan “Perlakuan” dari kolom Factors & Covariates ke kolom Model  Continue.



Langkah 11: Untuk melakukan uji lanjut, maka pilih Post Hoc. Klik Post Hoc  import " Kelompok" dan “Perlakuan” dari kolom Factors ke kolom Post Hoc Tests for  pada kolom Equal variances Assumed, checklist jenis uji lanjutan yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan misalnya LSD, Tuckey dan Duncan  Continue  Ok.



Langkah 12Pilih EM Means. Kemudian pindahkan OVERALL dari kolom Factor(s) and Factor Interactions ke kolom Display Means for  Selanjutnya Klik Bagian Desciptive Statistics dan Homogeneity Tests  Klik Continue.



Langkah 13: Setelah semuanya selesai, klik Ok dan kemudian akan memunculkan hasil Outputnya seperti yang tertera dibawah ini.

Output


Youtube







Referensi Daftar Pustaka :

https://finaashilaagt.blogspot.com/2023/11/output-rancangan-acak-kelompok.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rancangan Acak Lengkap (RAL)

Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF)

Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF)