Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF)

 No Komputer : 08


Cover

                                                           LAPORAN PRAKTIKUM RANCANGAN ACAK LENGKAP FAKTORIAL






                                                                   Nama              : Eysyah Aulia Meyranda

                                                                   No Komputer  : 08

                                                                   NPM               : 2205109010028



                                                             Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian

                                                                                    Universitas Syiah Kuala

                                                                                                 Banda Aceh

                                                                                                      2024



BAB I. PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang

      Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial AxB adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari dua peubah bebas (Faktor) dalam klasfikasi silang yaitu faktor A yang terdiri dari a taraf dan faktor B yang terdiri dari b taraf dan kedua faktor tersebut diduga saling berinteraksi. Saling berinteraksi dimasudkan bahwa pengaruh suatu faktor tergantung dari taraf faktor yang lain, dan sebaliknya jika tidak terjadi interaksi berarti berarti pengaruh suatu faktor tetap pada setiap taraf faktor yang lain. Jadi bila tidak terjadi interaksi antar taraf-taraf suatu faktor saling sejajar satu sama lainnya, sebaliknya bila ada interaksi tidak saling sejajar.

    Pada rancangan acak lengkap factorial pengamatan yang dilakuakan adalah untuk beberapa factor atau beberapa perlakuan dan kombinasinya (factorial) terhadap suatu atau beberapa respon. Suatu hal yang perlu diperhatikan bahwa masing-masing perlakuan sebaiknya merupakan saatu factor yang bertaraf, atau dikenal juga dengan taraf factor. Pada perancangan factorial kita tetap menggunakanrancangan dasar, yaitu RAL, RAK atau RBL atau lainnya. Pada aplikasinya, penggunaan factorial biasanya dituliskan dengan pengalian variable-variabel penyusun percobaan. Misalnya suatu penelitian berdasar RAL dilakukan untuk menguji 3 buah factor A, B, dan C, dengan Faktor A dan B terdiri dari 3 taraf; dan Faktor C terdiri dari 2 taraf dengan 5 ulangan, maka dituliskan dengan RAL pola faktorial 3 x 3 x 2, sebagai catatan bahwa banyak ulangan tidak dituliskan dalam pengalian tersebut.

1.2 Tujuan Praktikum

     Tujuan dari percobaan faktorial adalah untuk melihat interaksi antara faktor yang kita cobakan. Adakalanya kedua faktor saling sinergi terhadap respons (positif), namun adakalanya juga keberadaan salah satu faktor justru menghambat kinerja dari faktor lain (negatif). Adanya kedua mekanisme tersebut cenderung meningkatkan pengaruh interaksi antar ke dua faktor. Interaksi mengukur kegagalan dari pengaruh salah satu faktor untuk tetap sama pada setiap taraf faktor lainnya atau secara sederhana.

     Interaksi antara faktor adalah apakah pengaruh dari faktor tertentu tergantung pada taraf faktor lainnya? Misalnya apabila pengaruh sederhana N sama pada setiap taraf pemberian pupuk P maka kedua faktor tersebut saling bebas (independent) dan dikatakan tidak ada interaksi, sedangkan apabila pemberian N memberikan pengaruh yang berbeda pada setiap taraf dari P, maka dikatakan terjadi interaksi antara Faktor N dan Faktor P.

Akurasi penggunaan RAL akan tercapai apabila: 1) bahan percobaan homogen atau relatif homogen; 2) kondisi lingkungan sama dan dapat dikendalikan; dan 3) jumlah perlakuan dibatasi. RAL lebih sering digunakan dalam percobaan di Laboratorium karena kondisi lingkungan dapat dikendalikan. Seperti yang kita pahami bahwasanya rancangan faktorial dan non faktorial hanya berbeda pada jumlah perlakuan yang diberikan. Pada rancangan non faktorial perlakuaannya dalah tunggal (tanpa melihat adanya interaksi antar perlakuan), dan pada rancangan faktorial terdapat lebih dari 1 faktor yang diamati dalam pengukuran sehingga pada rancangan faktorial dilihat hubungan atau interaksi antar perlakuan yang diteliti.


BAB II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1.    Kelebihan dan kekurangan

Beberapa keuntungan dari penggunaan RALF antara ain: denah percobaan yang lebih mudah; analisis statistik terhadap subjek percobaan cukup sederhana; fleksibel dalam penggunaan jumlah perlakuan dan ulangan; kehilangan informasi (data-hilang) relatif lebih kecil dibandingan dengan perancangan yang lain.

Beberapa kekurangan dalam penggunaan RALF antara lain: persyaratan kondisi sampel yang harus homogen, tidak mungkin dilakukan pada kondisi lingkungan yang tidak seragam, dan jumlah ulangan yang rendah akan memberikan hasil yang tidak konsisten.

2.2.    Model Matematis RALF

Adapun model matematis atau bentuk umum model linier aditif daripada Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) sebagai berikut :

Hijk = π + Pj + Pk + (Pj x Pk) + eijk

 

Keterangan :

Hijk                   = Hasil akibat perlakuan ke-j dan perlakuan ke-k pada ulangan ke-i

Π                        = Nilai tengah umum

Pj                       = Pengaruh faktor perlakuan ke-j

Pk                      = Pengaruh faktor perlakuan ke-k

Pj x Pk               = Interaksi perlakuan ke-j dan perlakuan ke-k

Eijk                    = Eror akibat perlakuan ke-j dan perlakuan ke-k pada ulangan ke-i

I                         = 1, 2, …., u (u = ulangan)

J                         = 1, 2, …., p ke-1 (p = perlakuan ke-1)

K                        = 1, 2,…... p ke-2 (p = perlakuan ke-2)



BAB III. PEMBAHASAN

 Untuk melakukan pengolahan data di SPSS, tahap pertama yang harus dipersiapkan adalah memiliki datanya terlebih dahulu di google sheet agar memudahkan membedakan data mentah dan data yang akan di input pada aplikasi SPSS.


Data


Langkah - langkah peyelesaian RAK (Non Faktorial) dengan SPPS sebagai berikut:

Langkah 1: Jalankan program SPSS 16



 Ketika membuka Program SPSS, ada dua Windows yang muncul yang pertama Untuk Data dan yang kedua yaitu Untuk Output setelah menganalisis.

                                                Gambar 1. Tampilan SPSS Bagian Data


    

                                               Gambar 2.  Tampilan SPSS Bagian Output
                                        

    Ada dua tempat yang harus diisi dalam SPSS, yaitu data view (untuk mengisi data yang akan diolah), dan variable view (untuk tempat variable, atau sumber keragaman dalam tabel sidik ragam).




Langkah 2 : Mengisi Bagian Kolom “Name” pada Variabel View 

Dalam kolom name yang diisi adalah perlakuan, ulangan dan hasil. 




Langkah 3: Selanjutnya pada kolom “Decimals” disesuaikan berapa banyak decimal yang akan kita gunakan.



Langkah 4 : Setelah bagian Decimals, selanjutnya kolom “Label”

Dalam kolom “label” diisi sesuai yang kita amati pada skripsi, pada Perlakuan_M yaitu Lama Maserasi (jam), pada bagian Perlakuan_E yaitu Konsentrasi Etanol, dan pada bagian Hasil yaitu Hasil Penelitian.



Langkah 5 Mengisi Values pada bagian perlakuan_M. Klik 1 kali pada colom values ulangan hingga muncul titik 3, kemudian klik titik 3 tersebut hingga muncul kotak Value Labels. Isi kotak value dengan angka dan kotal labels dengan kode perlakuan 1 = M1 = 12 Jam, 2 = M2 = 24 Jam, 3 = M3 = 36 Jam. kemudian klik “add” dan seterusnya sampai semua perlakuan dimasukkan lalu klik OK.




Langkah 6 Mengisi Values pada bagian perlakuan_E. Klik 1 kali pada colom values ulangan hingga muncul titik 3, kemudian klik titik 3 tersebut hingga muncul kotak Value Labels. Isi kotak value dengan angka dan kotal labels dengan kode perlakuan 1 = E1 = 65%, 2 = E2 = 80%, 3 = E3 = 95%. kemudian klik “add” dan seterusnya sampai semua perlakuan dimasukkan lalu klik OK.





Langkah 7 Mengisi Values pada bagian Ulangan. Klik 1 kali pada colom values ulangan hingga muncul titik 3, kemudian klik titik 3 tersebut hingga muncul kotak Value Labels. Isi kotak value dengan angka dan kotal labels dengan kode perlakuan 1 = Ulangan 1, 2 = Ulangan 2, 3 = Ulangan 3. kemudian klik “add” dan seterusnya sampai semua perlakuan dimasukkan lalu klik OK.



 
Langkah 8Mengisi Data. Klik Data View pada sudut kiri bawah kemudian isi data PerlakuanUlangan dan Hasil sesuai dengan data pada skripsi seperti pada gambar dibawah ini (sesuaikan dengan data yang ada).



Langkah 9Menganalisis data. Setelah semua dimasukkan dengan benar, maka tahap selanjutnya menganalisis data. Klik Analyze → General Linear Model → Univariate, seperti yang tertera pada gambar dibawah ini.



Langkah 10Memindahkan data. Pindahkan “Hasil Penelitian” ke bagian kolom Dependent Variabel dengan cara mengklik tanda panah. Selanjutnya, pindahkan “Lama Maserasi (jam)” dan “Konsentrasi Etanol” ke bagian kolom Fixed Factor(s), seperti yang tertera pada gambar dibawah ini.


Langkah 11Klik Model  Custom   import "masing masing Perlakuan_M dan Perlakuan_E” dan "Gabungan Perlakuan_m dan Perlakuan_E" dan dari kolom Factors & Covariates ke kolom Model  Continue.



Langkah 12Pilih EM Means. Kemudian pindahkan OVERALL dari kolom Factor(s) and Factor Interactions ke kolom Display Means for  Selanjutnya Klik Bagian Desciptive Statistics dan Homogeneity Tests  Klik Continue.



Langkah 13: Untuk melakukan uji lanjut, maka pilih Post Hoc. Klik Post Hoc  import " Kelompok" dan “Perlakuan” dari kolom Factors ke kolom Post Hoc Tests for  pada kolom Equal variances Assumed, checklist jenis uji lanjutan yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan misalnya LSD, Tuckey dan Duncan  Continue  Ok.




Langkah 14: Setelah semuanya selesai, klik Ok dan kemudian akan memunculkan hasil Outputnya seperti yang tertera dibawah ini.

Output


Youtube




Referensi Daftar Pustaka:

https://megawatitanah15.blogspot.com/2017/05/ralf-rancangan-acak-lengkap-faktorial.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rancangan Acak Lengkap (RAL)

Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF)